)
Jangan sesekali kau berjanji,
andai kau tak mampu menepati
Jangan pernah kau bermadah indah
kerna nanti ada hati yang kan patah
Pabila janji telah kau mungkiri
maka terhakis percaya orang padamu
Saat kau bermadah puitis
pasti hatiku kan menangis
Sungguh, aku merasa pedih itu
setiap kali kau mungkiri janjimu
Benar, hatiku terluka perih
bila mengingati madah indahmu
Tahukah engkau saat janji itu kau lafaz
aku amat berharap agar kau tunaikan
dan sudah pastinya aku mersa bahagia
saat bersama mu tika itu
Apakah kau tahu tentang perasaanku
tika kau bermadah puitis bersamaku
aku girang mendengar kata-katamu
dan ku sematkan dalam hatiku yang terdalam
Tapi saat kau mungkiri janji
Janji yang sendiri patri
aku merasa begitu hampa
sedih dan kecewa juga ada
Dan tika kau semakin melupakan aku
tiada lagi ku terdengar madah indah darimu
dan aku, merindui suara dan puitis indahmu
tapi aku tahu ia mustahil lagi untukku
Saat kau dan aku terpisah jauh oleh Lautan China Selatan ini, hanya talian komunikasi mendekatkan jurang antara kita. Tapi itu hanyalah sementara kerna kau dan aku punya kehidupan sendiri. Kau bekerja dan aku belajar, dan itulah punca kita semakin merenggang. Andai saja kau tahu sesuatu ini, pasti kau dan aku masih bersama dan mungkin akan bersatu menjadi lebih dari kekasih hatimu. Ketahuilah olehmu bahawa aku masih menyayangimu.
Dan kini, setelah semua berlalu, perasaan sayangku masih terbuku di hatiku hanya untukmu. Mungkinkah kau telah ketemu bahagia dirimu? Aku di sini hanya bisa berdoa agar bahagia hidupmu kekal selamanya. Hanya itu mampuku doakan untuk hidup barumu. dan aku pastinya akan melalui liku hidup ini dengan tabah dan sabar kerna aku tahu setiap insan akan ada dugaannya.

No comments:
Post a Comment